BALIK MARING ALAM ( BACK TO NATURE )

Salak


  Salak kanggo  obat diare/mencret

Buah salak (Salacca zalacca) yang mempunyai tekstur luar yang kasar ini berasal dari daratan asia tenggara. Ada juga yang menyebutnya buah ular (snake fruit) mungkin karena kulitnya yang bersisik seperti ular. Salak ada berbagai macam jenis dan ragamnya mulai dari salak pondoh sebutan salak untuk daerah jogja, salak Condet, salak Bali juga salak padang sidempuan sebutan salak di daerah sumatera yang sangat populer tersebut. 
Kandungan buah salak baik sekali untuk kesehatan tubuh kita, yang bisa dijadikan sebagai obat alternatif. Kandungan didalam buah salak terdapat kandungan zat gizi dan fitonutrien yang berpotnesi dalam membantu proses diet kta. di dalam buah salak juga terkandung vitamin C 2mg, tanin dan serat. untuk itu, buah salak ini sangat bermanfaat untuk anda yang sedang berada dalam program diet. Selain itu, ternyata buah salak juga di percaya masyarakat sebagai obat diare. 

Kandungan serat di dalam buah salak dipercaya dapat menghambat diare kita, sehingga beberapa orang suka mengkonsumsi salak untuk pengobatan diare terutama sing sepet. Selain bisa dikonsumsi dimakan seperti biasa, salak juga bisa dibuat jus atau dimasak sebagai sayuran lho  (salak yang masih sangat muda). Ini sebagian beberapa manfaat kandungan buah salak untuk kesehatan tubuh kita. . Mungkin masih banyak manfaat yang terkandung di dalam buah salak.  Semoga kita dapat memanfaatkannya....

GAWE WAREG


Gembili  (Dioscorea esculenta L)     

 Kweh gembiline katon……
Tanaman merambat yang masih satu suku dengan gadung – gadungan dengan daun rimbun batang sedikit berduri dan tumbuh melilit ke kanan  sekarang susah  dijumpai dalam masyarakat pedesaan, apalagi di perkotaan. Umbi gembili merupakan sumber karbohidrat. Sebenarnya tanaman jenis umbi-umbian ini mudah di budidayakan . Gembili dikembangbiakkan dengan menanam umbi yang telah tumbuh tunas. Cukup dengan menanam di tanah yang gembur dan banyak memperoleh sinar matahari, tanpa perawatan khusus tanaman gembili akan tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat.Gembili bisa dimakan dengan cara direbus atau dikukus langsung atau bisa juga dibuat tepung gembili sehingga bisa diolah menjadi bermacam-macam kue. Yang jelas makan gembili dijamin kenyang (wareg). Gembili juga bisa diolah menjadi etanol. Karena gembili merupakan jenis tanaman merambat maka yang diperlukan adalah media untuk menjalarnya tanaman gembili. Media untuk menjalar batang gembili bisa menggunakan pohon turi, ranting bambu  atau bilah bambu.

Kenyang dan Sehat (Wareg lan Waras)

Bodin/Singkong
Nama tanaman ini bermacam-macam seperti Ketela pohon, ubi kayu, singkong dan masih banyak lagi nama buat tanaman ini tergantung daerah tempat tumbuhnya. Singkong atau bodin merupakan sumber karbohidrat yang cukup potensial sebagai pengganti beras atau gandum seperti ubi jalar, singkong juga banyak ditanam di Indonesia. Kandungan gizi singkong ini cukup diperhitungkan sehingga bisa dijadikan makanan pokok. Singkong bisa diolah menjadi bermacam-macam jenis makanan baik dari jenis makanan tradisional maupun jajanan modern yang lebih menarik. Akan lebih sehat apabila singkong dikonsumsi secara tradisional pula (lebih alami), selain dikonsumsi singkong juga dapat dijadikan bahan bakar (energi alternatif) dengan mengolahnya menjadi bio etanol.
 Kandungan yang terdapat dalam singkong : KANDUNGAN KIMIA : Ubi kayu mempunyai komposisi kandungan kimia ( per 100 gram ) antara lain : - Kalori 146 kal - Protein 1,2 gram - Lemak 0,3 gram - Hidrat arang 34,7 gram - Kalsium 33 mg - Fosfor 40 mg - Zat besi 0,7 mg Buah ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin B1 0,06 mg - Vitamin C 30 mg - dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin A 11000 SI - Vitamin C 275 mg - Vitamin B1 0,12 mg - Kalsium 165 mg - Kalori 73 kal - Fosfor 54 mg - Protein 6,8 gram - Lemak 1,2 gram - Hidrat arang 13 gram - Zat besi 2 mg - dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat. 
Singkong juga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk : 
1. Reumatik 
a. Bahan: 5 lembar daun ubi kayu, 1/4 sendok kapur sirih. Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/bobok pada bagian yang sakit. b. Bahan: 1 potong batang ubi kayu. Cara membuat : direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 4 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 
2. Demam 
a. Bahan: 1 potong batang daun ubi kayu. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. b. Bahan: 3 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.
 3. Sakit Kepala
 Bahan: 3 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres. 
4. Diare 
 Bahan: 7 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Bila anak yang masih menyusui yang kena diare, ibunya yang meminum. 
5. Mengusir cacing perut
 Bahan: kulit batang ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum menjelang tidur malam. 
 6. Mata sering kabur 
 Bahan: daun ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi setiap hari. 
7. Menambah nafsu makan 
Bahan: daun ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi dan sambal tomat.
 8. Luka bernanah
 a. Bahan: batang daun ubi kayu yang masih muda. Cara membuat: ditumbuk halus. b. Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut. Cara menggunakan: dibobokan pada bagian tubuh yang luka 9. Luka baru kena barang panas (mis. knalpot) Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya, dan dibiarkan beberapa saat sampai tepung (patinya = jawa) mengendap. Cara menggunakan: tepung (pati) dioleskan pada bagian tubuh yang luka.